topbella

Minggu, 02 Agustus 2015

Setia

Guratan cinta yang tulus tak pernah lelah berkarib ajar dengan setia. Mendo'a agar tak menjadi pendosa atas rasa. Adapun setia itu, masih betah berkawan dengan waktu yang terus bergulir. Sementara putik dan serbuk sari itu bergembira ria mentertawakan kesetiaan. Mengejek. Mereka berbincang perihal kesetiaanku. Namun tak pernah gentar hati ini untuk tetap setia bersama waktu. Menunggu waktu itu tiba, meski tak dapat dipungkiri bahwa kesedihan juga terlibat didalamnya. Begitupun jarak. Lama sudah jarak menjadi sahabat diantara kita. Namun kenyataannya sesekali ketika rindu itu kerap muncul, aku masih bisa menjengukmu. Walau hanya dipusaramu. Kenangan di masa itu tak bisa dibeli dengan apapun. Teriakan teriakan tersebab kelupaan. Omelan berupa nasehat. Semua begitu indah. Besar cinta itu yang menjadi alasanku tetap setia. Ketika beberapa saat lagi, istana itu tak lagi menjadi milik kita.

0 komentar:

Posting Komentar