topbella

Kamis, 10 November 2016

Kelas Menulis Cerpen

Tepat pada tanggal 2 Oktober 2016 adalah petemuan kali keempat anggota pramuda FLP Cabang Bogor. Seperti minggu-minggu sebelumnya, acara dimulai tepat pada pukul 08.30 di gedung Common Class Room S2 Agribisnis Kampus IPB Dramaga Bogor. Acara tersebut dihadiri oleh 18 orang peserta. Yang kemudian acara dibuka dengan pembacaan Al Quran oleh salah satu anggota bernama Amrul.

Sesaat sebelum masuk ke materi, anggota pramuda dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi kesempatan untuk berdiskusi perihal penulisan puisi yang dibuat dipertemuan minggu sebelumnya. Namun pada kesempatan itu narasumber berhalangan datang tepat waktu. Sehingga Bang Syaiha selaku ketua umum FLP Bogor itu langsung mengabil alih pertemuan tersebut. Dalam kesempatan itu beliau mengatakan “cerpen itu ibarat lari jarak jauh, tidak butuh energi yang tinggi. Dan jika ingin menjadi seorang penulis yang baik maka harus sering-sering menulis. Semua kejadian yang kita alami bisa dijadikan cerpen maupun novel, namun kita harus lebih peka”.

Ibu Sri Widiyastuti datang tepat pukul 10.30. Beliau adalah seorang penulis cerpen anak dan bertugas sebagai Humas FLP pusat. Sebelum memasuki materi, ibu yang akrab disapa Tuti itu menyampaikan bahwa menulis itu menebar misi. Yaitu menyebarkan kebaikan melalui tulisan. Beliau berpesan bahwa kunci utama untuk menjadi seorang penulis ada lima yaitu “menulis, menulis, menulis, menulis, dan menulis”, ujaranya. Beliau juga menjelaskan meski cerpen hanya karya fiksi, namun harus tetap berpegang pada logika yang benar.

Selanjutnya Ibu Sri juga menyampaikan untuk membuat sebuah cerpen baiknya menentukan tema terlebih dahulu dan memikirkan pesan yang akan disampaikan. Selain itu penulisan cerpen harus tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik dan ektrinsik. Setelah penjelasan materi selesai, acara dilanjutkann dengan sesi tanya jawab dan pemberian tugas repoetase dan cerpen bertema bebas.


Rabu, 09 November 2016

LUKA TUAN

Duhai luka
Mengeringlah!
Sakit
Perih
Jika terluka lagi

Luka ini luka lama
Persis di tempat yang sama
Leokosit menolong
Hingga Tuannya tertolong

Luka kemarin membau
Membusuk yang menusuk
berdarah dan bernanah

Luka ini luka lama
Hampir sembuh
Namun terluka lagi

Luka ini luka lama
Terluka lama
Atau lama terluka

Mungkin juga
Terluka dalam
Hingga lama menyembuh

Bisa saja,
Bukan itu yang terluka
Tapi,
Nurani Tuan


Bogor, 6 Oktober 2016

MUHASABAH SEEKOR NYAMUK

Nyamuk hinggap
Datang menghisap
Meninggikan diri saat ditangkap

Apa ia buta?
Tuli?

Masih saja membuat kegaduhan
Katanya : Bagian dari tugas

Bukankah kita adalah keseimbangan?
lantas, siapa...
Siapa yang harus muhasabah?


Bogor, 13 Oktober 2016

GORESAN MIMPI PRAMUDA FLP BOGOR

"Sekar sekar sekar blogspot.com adalah nama blog saya", ujar Sekar dalam sesi reviweu film pada hari Minggu 6 November 2016 di gedung Common Class Room S2 Agribisnis Kampus IPB Dramaga Bogor. Kelas berlangsung pukul 08.35. Dibuka dengan pembacaan basmallah dan Al Fatiha secara bersamaan. Dilanjutkan dengan diskusi selama beberapa menit. Kelas kali ini bebeda dengan kelas sebelumnya. Sebab Minggu ini adalah pertemuan terakhir kelas pramuda angkatan 9 sebelum akhirnya bertemu di inagurasi. 

Pengisi materi datang pukul 09.00 WIB salah satu anggota FLP angkatan ke III bernama Sekar. Sekar membagi pengalamannya tentang bagaimana bisa survive di FLP yang sepekan lagi akan menerbitkan tulisannya. “Untuk menjadi seorang penulis, kita harus mencoba membaca 5 buku dari jendre yang berbeda setiap satu minggu. Selain itu kita harus bisa membangun jaringan. Dan saya sendiri butuh waktu lima (5) tahun untuk itu,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu Sekar sedikit menerangkan bagaimana merevieuw film. “ Biasanya sebelum merevieuw film kita harus melakukan riset, tahun berapa film itu diproduksi, siapa aktor aktrisnya, sutradara, dimana settingnya. Setelah itu boleh pendapat atau opini Anda terhadap film tersebut.”

Pertemuan berlangsung singkat dan kemudian acara dipandu oleh Novita selaku bendahara FLP Bogor. Sebelum kelas berakhir, Novita sempat menuliskan dua kata dari setiap peserta yang hadir. Kemudian tulisan dirangkai menjadi sebuah paragraf yang langsung diucapkan sebagai penyemangat. Dengan kata akhir “BERSABAR DENGAN PROSES”. Tak lupa Hana salah satu senior dan juga menjabat sebagai Sekretaris FLP berpesan bahwa “ FLP dan para peserta harus menyatukan visi misinya. Menyebar kebaikan melalui tulisan. Bukan semata-mata ingin mendapatkan uang atau popularitas saja”.

FLP MENGELOLA MEDIA ONLINE

30 Oktober 2016 FLP kembali menggelar pertemuan ke 6 dengan tema "pengelolaan media online" dipaparkan oleh Syaiful Hadi atau biasa dipanggil bang Syaiha yang juga menjabat sebagai ketua FLP kota Bogor. Seperti minggu minggu sebelumnya kelas berlangsung di Common Class Room S2 Agribisnis FEM IPB. Kelas dimulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Kelas dibuka oleh Hana selaku sekretaris FLP Bogor. Sebelum masuk ke materi dia meminta para peserta untuk menyampaikan pendapat, kritik dan saran sebagai bahan untuk evaluasi ke depannya.

Selang beberapa menit Syaiha langsung mengisi materi dengan penjelasan pertama tentang pandanganya terhadap hasil survei mengenai minat baca masyarakat Indonesia sangat minim. Kemudian menjelaskan pembagian naskah yang diterima oleh penerbit. Pertama, naskah yang diterima adalah naskah yang bagus dari orang ternama. Kedua, naskah biasa dari orang ternama. Dan yang ketiga adalah naskah yang bagus sekali dari orang tidak ternama. Lalu Syaiha menyebutkan perihal urgensi dari media online itu sendiri. Sebagai dokumentasi, personal branding dan sebagai sarana untuk berlatih menulis. 

Usai mengisi materi, Syaiha memberikan tugas kepada seluruh anggota pramuda untuk membuat akun di kompasiana dan membuat design quotes di canva.com. Kemudian acara ditutup oleh Kang Usup Supriadi dengan membacakan beberapa komentar dari peserta sebagai bahan evaluasi.

TERWUJUDNYA MIMPI ANA

Ana (15) wanita asal Lampung yang jatuh cinta pada pria pendatang. Ana tinggal di satu pulau di kota Lampung bernama Pahawang. Roy laki-laki (23) tahun adalah mahasiswa IPB yang sedang melakukan riset di tempat tinggal Ana. Roy tinggal dan menginap di rumah Ana. Karena ayahnya seorang kepala desa. Ana dan Roy saling jatuh cinta. Sampai akhirnya Roy memberanikan diri untuk melamar Ana. Saat itu Ana tak percaya. Sebab saat itu ia baru berusia 15 tahun dan belum lulus sekolah menengah pertama. Sementara Roy, meminta izin kepada orang tua Ana agar diberi kesempatan untuk pulang ke kampung halamannya dan berjanji akan kembali lagi untuk menikahi anaknya.

Ana mulai risau memikirkan nasib masa depannya. Ia tak tahu harus menerima lamaran itu atau menolak dan melanjutkan pendidikannya di tingkat SMA. Saat menunggu, ia pergunakan untuk istikhara dan banyak berdo’a sembari mempersiapkan diri untuk menghadapi UN (Ujian Nasional). Bersamaan dengan selesainya Ujian itu, Roy kembali datang untuk memastikan pernikahannya dengan Ana. Ana berpasrah, sebab hasil istikharanya memberikan keyakinan untuk menerima Roy. Akhirnya Ana dan Roy meresmikan pernikahan mereka.


Setelah menikah, Ana diboyong ke Pulau Jawa. Di sanalah Ana mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya. Usai menikah Ana ikut ujian persamaan Paket C. Dan kemudian mengikuti perkuliahan di Jakarta. Ternyata banyak jalan menuju roma. Ana bukan hanya mendapatkan seorang suami tetapi dia juga dapat melanjutkan kuliahnya di salah satu Universitas swasta di Jakarta. Ia tak pernah menyerah atas apa yang ia cita-citakan. Ia selalu yakin, jika berpasrah kepada Allah, semua akan baik-baik saja. Dan ia yakin Allah tidak pernah ingkar janji. Ternyata menikah bukan penjara yang mengekang untuk wanita tidak dapat berprestasi. Justru menikah adalah gerbang dimana Ana mendapatkan apa yang yang ia cita-citakan. Dan sekarang Ana sudah menjadi seorang Sarjana.

SKENARIO FILM FLP

"Industri film itu kejam. Akan tetapi kita harus kuat mental sebelum masuk ke dalamnya. Tugas kita sebagai anggota FLP adalah memberi warna dan menyebarkan kebaikan di dunia perfilman. Menyajikan tontonan yang memberi tuntunan", ujar Sudiyanto sebagai mengisi materi pada Ahad, 16 Oktober 2016 di Comnon Class Room S2 Agribisnis FEM IPB.

Kelas dimulai pukul 08.30 WIB, dibuka dengan pembacaan ayat Suci Al Quran oleh saudara Hilal. Dilanjutkan dengan diskusi yang dibagi menjadi tiga kelompok. Diskusi tersebut membahas beberapa poin penting terkait dengan relevansi tugas menulis disetiap sesinya, kendala yang ditemui saat pengerjaan tugas.

“Sinopsis skenario film tidak jauh berbeda dengan sinopsis novel. Dalam skenario film itu ada proses pengenalan karakter, proses penanjakan permasalahan, dan penyelesaian konflik. Skenario film bermula dari premis (ide dasar) yang kemudian dikembangkan menjadi sinopsis, lalu dikembangkan lagi berupa scene yang berubah menjadi draft skenario”, ujar Sudiyanto.

Dia melanjutkan pernyataanya bahwa “Film harus mampu menarik penonton. Di dalam film harusnya disisipkan unsur ketegangan yang mengaduk emosi. Ada perubahan tokoh yang masuk akal. Yang menggambarkan tokoh utama seperti manusia biasa pada umumnya tidak melulu baik bak malaikat juga tidak melulu berperan antagonis”. Di penghujung acara Sudiyanto memberikan waktu selama sepuluh menit kepada anggota pramuda untuk menulis sinopsis.