Senja, langkah kaki mengajak
menapaki jalan setapak
Lalu berhenti, di rumah kecil yang sepetak

Kamis, 29 Oktober 2015
Rabu, 07 Oktober 2015
Jangankan Menghafal, Mengejanya Saja...
Usai pemakaman, kami beranjak meninggalkann tempat yang di sebut rumah masa depan. Aku dan adikku Siti, bergegas meninggalan tempat itu. Di tengah perjalanan, aku dan Siti sempat berbincang-bincang soal kematian.
"SAMA TAPI BERBEDA"
Kita
Mereka,
Dia,
Aku
Kamu
Sama
Mereka,
Dia,
Aku
Kamu
Sama
Berjalan di bumi
Bernaung di bawah langit
Terlahir
Dan kembali dengan sama
Hanya,
Apa yang dibawa kembali yang berbeda...
Kita sama tapi berbeda.
06.10.2015
Bernaung di bawah langit
Terlahir
Dan kembali dengan sama
Hanya,
Apa yang dibawa kembali yang berbeda...
Kita sama tapi berbeda.
06.10.2015
**SETIA**
Tak ada yang pernah bertanya mengapa pagi begitu setia.
pada kala langit menyibak tirai sang surya :
berserak merayap dan menyingkap sebuah misteri tentang kesetiaan
pada kala langit menyibak tirai sang surya :
berserak merayap dan menyingkap sebuah misteri tentang kesetiaan
Selasa, 06 Oktober 2015
**Tak Terurai***
Berawal dari berita kematian
Dan perbincangan ringan
Menggerakkan rasa takut
Hingga rasa ikut terpaut
Adalah gelap tanpa kelapangan
Katamu : bagaimana kelak jika aku
Dapatkah aku
Lalu....
Siapa saja yang tak terurai itu...
Aku ingin menjadi bagian dari yang tak terurai itu
Ingin....
Menggerakkan rasa takut
Hingga rasa ikut terpaut
Adalah gelap tanpa kelapangan
Katamu : bagaimana kelak jika aku
Dapatkah aku
Lalu....
Siapa saja yang tak terurai itu...
Aku ingin menjadi bagian dari yang tak terurai itu
Ingin....
enten
miwayani
06.10.2015
06.10.2015
**PERANG**
Kau...
ilusi dalam imaji
mengusik sunyi dalam almari hati
mencoba menerangkan sketsa tak terjamah
ilusi dalam imaji
mengusik sunyi dalam almari hati
mencoba menerangkan sketsa tak terjamah
^^^KATANYA^^^
Katanya pada riuh yang bergemuruh aku harus mencintaimu
agar kelak kau mengabadi bersamaku
tanpa amarah
tanpa tangis dan pasrah
lalu bersinar
Langganan:
Postingan (Atom)