topbella

Jumat, 12 Juni 2015

Tak Ada Yang Tak Berakhir

Agaknya matahari pagi ini malu bercerita tentang malam yang berlalu kelam. Sehingga pagi ini sendu, diawali dengan rintik hujan. Memecah keheningan. Memaksa mata terbuka dan senyum menyambut pagi datang. Kumulai beranjak.

Hari ini, ku ulangi perjalanan itu untuk yang ke sekian kalinya. Menikmati setiap langkah dengan kuat. Sebenarnya ingin berlari kencang namun ternyata aku sudah lelah. Sampai akhirnya harus berjalan menyusurinya dengan tertatih – tatih. Tak mengapa. Karena seharusnya memang begitu. Aku mengerti, untuk sebuah keberhasilan maka ada proses sulit yang harus dijalani. Dan ini adalah proses itu. Ku sudahi berbicara pada diam.

Langkah pertama membuka pintu gerbang sekolah tempatku menimba ilmu kala itu. Ku lihat sudah banyak yang berubah. Ku perhatikan pintu sekolahku yang sudah baru. Begitupun dinding – dindingnya yang tak lagi terbuat dari papan. Bangga rasanya bisa menginjakkan kaki lagi di tempat ini. Kuberanikan diri memasuki ruang guru.

“Assalamualaikum.”
“Wa’alaikumsalam…”
“Eh ada tamu, sini nak. Silahkan duduk.”
“Terima kasih, Bu.”
“Apa kabarnya nak?”
“Ahamdulillah kabarnya baik, Bu.”
“Gimana kuliahnya? Sudah selesai belum nak?”
“Alhamdulillah sudah, Bu”, ujarku.

Tak menyangka, ternyata guru-guru masih mengenaliku. Senang rasanya bisa bertemu dengan para pahlawan itu. Pahlawan tanpa tanda jasa. Setelah bicara panjang lebar, dan aku berpamitan pulang. Memang tak begitu ada yang spesial dari pertemuanku hari ini. Tapi ada satu pesan yang disampaikan salah seorang guru kepadaku hari ini.

“Di dunia ini tak ada yang tak akan berakhir nak, semua akan berakhir. Jika hidup sejatinya berakhir dengan kematian, begitupula dengan hal yang lain. Kesenangan, kesedihan, kejayaan, kemiskinan semua akan berakhir. Maka jangan pernah takut menghadapi kehidupan. Jadikan perihal sabar tetap tinggal di hatimu. Jangan pernah tanam bibit kebencian pada siapapun, jadilah pribadi yang pemaaf. ” ujarnya sambil mengantarku ke depan pintu dan kemudian memelukku.
“ Iya bu, pesan ibu akan saya ingat”. 

0 komentar:

Posting Komentar