Entah bagaimana keadaannya saat itu, aku tak bisa membayangkannya. Ingin menerka keadaan, tapi tak ingin menjadikannya hanya bayang. Sebab daya tak mungkin mampu untuk membaca keadaan tanpa sosok lain yang pada saat itu ada.
Layaknya aku, dengan yang lain adalah membuat perjanjian denganNya Sang Pencipta tentang jalan hidup ketika akan berjuang di dunia. Tak mampu nalarku berbicara tentang ini. Karna tak kan pernah terjawab dengan akal pikir yang manusiawi. Sebelum akhirnya aku harus terlahir ke dunia.
Bait pertama tentang awal cerita hidup yang harus kumulai. Terlahir sebagai putri cantik dari pasangan siapa dan dimana. Dari ayah siapa dan ibu siapa. Memiliki keluarga yang cukup saat itu mungkin benar. Limpahan kasih sayang yang tak henti apa benar adanya kuterima. Aku hanya hanya seorang bayi kecil yang tak berdaya. Yang tak mampu membaca keadaan. Yang aku tahu menangis jika lapar, menangis jika haus, menagis jika ingin mandi, managis jika panas karna hanya itu kebisaanku. Menangis, menagis, menangis, dan menangis. Bahkan tangisan itu juga mengawalku untuk pertama kalinya melihat dunia.
Bayi cantik itu bernama Lusiana. "Apa artinya? Mengapa harus Lusiana? Kenapa?"
Akan percuma saja jika semua itu aku pertanyakan. Mungkin tak ada satupun yang mampu menjawabnya. Kecuali ayah dan ibu itu yang menghadiakan nama tersebut.
Banyak pertanyaan muncul ketika aku harus membuka kembali lembaran masa lalu itu.
"Diamana mereka sekarang?" Apa masih ingat jika pernah menghadiahkan nama itu untukku.
"Sedang apa mereka, bagaimana rupa wajahnya saat ini yang tak mampu ingatanku untuk mengenangnya."
Ya Rabb........
Aku tahu, terlahir di dunia adalah kehendakMu. Semua rencanaMu. Aku hanya menjalani atas KehendakMu. Jika dulu aku suci dan lahir dari rahim yang tak Islam maka itu skenariomu. Dan jika sampai saat ini aku memeluk agama kesempurnaaMu, itu juga atas kehendakMu. Semua karnaMu. Aku tak menyalahkan waktu apalagi takdir. Aku hanya ingin berjuang untuk matiku kelak.
"Apa masih bisa kuuraikan angan yang mengenang kejadian waktu itu. Meski hanya sedikit?bAku bisa, maka akan kuurai bait demi bait tentang cerita itu. Agar nantinya abadi."

0 komentar:
Posting Komentar