topbella

Minggu, 21 Juni 2015

Malu pada Rasul, hewan dan tumbuhan

Seperti kemarin, ini adalah kali ke empat kaki melangkah ke Mesjid untuk melaksanakan shalat tarawih. Setelah melaksakan shalat isya berjama'ah tiba saatnya mendengarkan tausiah yang kebetulan bertema " Meningkatkan Kualitas Diri Dengan Berpuasa". Hal baru yang aku ketahui adalah, ternyata puasa tidak hanya dilakukan oleh manusia. Akan tetapi juga di lakukan oleh hewan dan tumbuhan. Sebagai contohnya ular, ayam, kupu-kupu dan pohon. 

Ular, berpuasa saat mengganti kulitnya, tidak meninggalkan tempatnya selama satu sampai dua pekan. Setelah tidak makan dalam kurun waktu lama, ular akan mendapatkan kulit yang lebih baik, lebih segar dan kembali bergerak lincah, itu menendakan bahwa puasa juga menjadikan tubuh lebih sehat setelah menjalaninya.

Ayam berpuasa ketika mengerami telur, tidak makan dan juga minum. Saat puasa suhu tubuh ayam panas, sehingga telur yang dierami lekas menetas dan melahirkan anak.

Begitupula dengan kupu-kupu. Sebelum bermetamorfosis, awlanya kupu-kupu adalah seekor ulat yang sangat menjijikan. Tak ada seorangpun yang menyukainya. Bahkan ulat selalu dianggap sebagai parasit bagi tumbuhan. Namun ada masa ketika ulat tersebut berpuasa dalam kantungnya yang kita kenal sebagai kepompong. Ulat berpuasa selama 20 hari, menahan lapar dan haus. Sebelum akhirnya keluar sebagai makhluk indah nan rupawan bernama kupu-kupu. Sebutan parasit tak lagi menyandang. Malah kupu-kupu dianggap sebagai pembantu penyerbukan antara bunga satu dengan bunga lainnya, sehingga timbullah sebutan simbiosis mutualisme. Tidak hanya itu, kupu-kupu pun menjadi hewan yang sangat disukai karena keindahannya.

Adapun pohon angsana, berpuasa ketika daun-daunannya meranggas atau berguguran di tanah. Setelah itu, kembali kuncup dengan daun yang lebih hijau.

Jika semua hal tersebut dapat dilakukan oleh hewan atau tumbuhan, bagaimana dengan kita yang disebut makhluk Allah paling sempurna dibanding dengan makhluk lain???? Bagaimana jika tak berpuasa? Padahal hukum dari puasa Ramadhan itu sendiri sudah jelas. WAJIB!!! Namun masih ada saja yang tidak berpuasa.

Sementara di masa yang silam, pada zaman Rasulullah di ceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah duduk terdian dan hanyut dalam lamunnya di bawah sebuah pohon. Allah swt, mengirim Malaikat Jibril untuk menemui Rasulullah. Kemudian Malaikat Jibril berkata " Wahai Kekasih Allah, apa sebenarnya yang mengganggu dan membuatmu gelisah? Apa Engkau menginginkan pangkat? Jika iya, katakan ya Rasul! Akan kusampaikan kepada Allah swt, agar Engkau menjadi penguasa di jagat raya ini."

Rasulullah hanya menjawab "TIDAK."

Kemudian, Malaikat Jibril bertanya lagi. " Kalau begitu apa ya Rasull yang membuatmu gelisah? Apa Engkau menginginkan harta yang banyak? Kalau Engkau  menginginkannya akan aku sampaikan kepada Allah swt. Maka, dengan sekejab saja Allah swt akan memberikannya."

Rasullulah menjawab dengan jawaban yang sama. "TIDAK."

"Lalu apa ya Rasullulah?" Apa Engkau menginginkan banyak wanita untuk bersamamu? JIka Engkau Mau, pun akan kusampaikan kepada Allah swt, agar memberimu wanita cantik atau bahkan bidadari untuk bersamamu."

Dan lagi -lagi Rasul menjawab "TIDAK."

" Baiklah Wahai kekasih Allah, kalau begitu katakan padaku apa yang membuatmu gelisah?"

Rasulullah menjawab "Ummatku. Bagaimana dengan ummat ku ketika aku telah tiada? Sementara ummatku memiliki usia yang pendek. Berbeda dengan ummat Nabi Adam As yang usianya bisa mencapai dua ribu tahun. Lalu, bagaimana dengan ummatku? Dengan usia yang pendek bagaimana bisa ummatku berbuat banyak kebaikan?

Jibril berusaha menenangkan hati Rasullulah dan menjawab "Untuk itulah hadir bulan penuh keberkahan. Bulan dimana segala amal ibadah dilipatgandakan. Bulan pengampunan, bulan dimana di turnkan Al Qur'an dan bulan yang terdapat malam Laitaul Qadar. Bulan Ramadhan namaya." Rasullulah bersedih kala itu, hanya memikirkan ummatnya. Membandingkan dengan ummat Nabi Adam as, Nabi Musa as, dan Nabi Ibrahim as. Begitu besarnya cinta Rasullulah kepada kita selaku ummatnya. Sampai Ia berdo'a kepada Allah swt agar kita mendapatkan kesempatan berbuat banyak kebaikan, keberkahan, pengampunan ketika usia kita tak sepanjang ummat Nabi yang lain. Sementara hewan dan tumbuhan turut berpuasa. Begitu patuhnya hewan serta tumbuhan kepada Allah swt yang Maha Mencintai Makhluknya.

Pertanyaannya adalah......
Bagaimana ingin meningkatkan kualitas diri jika tak berpuasa? Melakukannyapun selalu beralasan. Alasan apa lagi yang membuat kita untuk tidak berpuasa? Apalagi hal yang membuatmu enggan berpuasa?

Jwabnya : "Tidak Ada."





0 komentar:

Posting Komentar