Wahai jiwa yang tenang...
Mengapa nurana tak lagi berlogika?
Pada prahara yang terjadi.
Berjalan tanpa tujuan,
menentang matahari
tanpa alas kaki,
Sampai darah menjadi biasa,
nanahpun tak lagi terasa
Saat ini adalah aku
Biarkan aku menikmati setiap nafas yang masih berhembus
Acuh!!!
Apa pedulinya aku?
Tak lagi harta menjadi beban,
Apalagi jabatan,
Belum lagi wanita!!
Ah sudahlah........
Biarkan aku begini
Menikmati setiap prolog
Sampai aku benar-benar lelah
Dan terkulai lemas tak berdaya
Hilang sudah pernyataan tentang "MALU"
Siapa yang peduli itu??
Jiwaku meronta,
Semua mengabaikanku,
Malah, banyak orang mentertawakanku!!
Pandangan sinis, sudah biasa.
Cemoohan orang, hal biasa!!
Apa peduliku tentang semua itu?
Aku begini!!!
Jangan lagi hiraukan tentangku!!
Aku bahagia seperti ini
menikmati sisa hidup bersama prolog tanpa balas
Bogor, 13 Maret 2016

Minggu, 21 Juni 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar