topbella

Kamis, 11 Juni 2015

Kasih Sayang Yang Abadi



Hari ini kakiku seakan lelah untuk berjalan. Menapaki jalan setapak yang penuh dengan kenangan masa lalu. Mengamati satu persatu tata letak rumah demi rumah. Mengais rekam jejak kaki di masa itu. Setidaknya menikmati setiap perjalanan dengan ikhlas. Bersiap diri untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilayangkan kala bersua. Memulai percakapan dengan tangis. Aku tersenyum. Sebab air mataku telah habis untuk sebuah luka. Lukaku kering, dan sedikit lagi akan sembuh. Hanya luka itu meninggalkan bekas. Terima kasih luka yang mengajarkanku arti perjuangan. Yang sampai saat ini masih harus berjuang. Ku harap luka itu terabaikan dengan segudang kasih sayang yang kudapatkan. Aku kuat. Aku tegar karena kasih sayang itu. Bersyukur atas semua itu. Setidaknya luka dan kasih sayang berjalan berdampingan, menemani seriap perjalanan. Pelukan hangat yang selalu akan di rindukanpun menambah kekuatanku untuk terus berjalan. Kasih sayang itu alasanku untuk tak nggores luka baru. Setidaknya aku ingin menjadi pengobat kala ada yang terluka.

0 komentar:

Posting Komentar