berjalan kemana entah kemana
melangkah tak karuan
sampai lupa matahari begitu cepat berlari
dan tak lagi menari
Kemarin
berbisik-bisik
berisik
pun ikut lupa apa yang dibisik
terlena,
terlena dengan konsentrasi yang memecah gendang telinga
yang membuat hampir saja tuli
bukan hanya telinga juga mata hati
tuli, sebenarnya tidak
atau benar-benar tuli
Kemarin
bermegah-megah
melihat istimewa dengan binarannya
asik sibuk dengan keasikan
yang seolah menjanjikan,
dulu dapat melihat
tetapi mengapa,
ketika tidak benar-benar ikhlas mengeja
ketika hidup hanya untuk hidup
sedang sebenarnya hidup untuk melihat saat tak lagi hidup
bukan buta ketika sudah tidak hidup
Bogor, 13 Maret 2016


0 komentar:
Posting Komentar