Jika hari ini ku kenakan hijabku, itu karena aku sedang belajar
ta'at pada Tuhanku. Bertahap. Dari model putar sana putar sini, tarik
sana tarik sini, sampai akhirnya harus di sini(menutup dada dan tidak
tipis). Berangsur-angsur terus sampai aku paham arti kata wajib dan
syar'i. Namun, masih banyak kurangnya. Menutup mulut (tidak berkata
kasar atau diam), menahan amarah, belajar bersabar, belajar menjadi
perangai yang baik. Begitupun masih saja tak terlepas dari kealfaan, kemarahan,
ketidak sengajaan, kekurang sabaran dan masih banyak. Lantas, apakah
hijabku bersalah? Tidak. Bila saatnya aku berbuat salah bukan karena
hijabku, tapi karena sifatku yang tidak sempurna. Hijabku adalah
perintahNya, pelindungku, kesederhanaan. Jadi jangan kaji sebesar dan
selebar apa hijab yang kukenakan. Namun maafkan jika diri ini tidak
sempurna. Karena tak ada manusia yang luput dari kesalahan.

Selasa, 18 Agustus 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar