~Kadang, kita harus berterima kasih dengan penjahat. Karena tanpa mereka
kehidupan tidak akan berjalan. Karenanya kehidupan berjalan seimbang.
Ada kejahatan juga ada kebaikan. Jika ini masih tentang pilihan, anda yang menetukan pilihan itu. Menjadi baik atau menjadi jahat.
~Tak ada manusia yang sempurna. Karena hidup adalah terus belajar.
Seperti pepatah tuntulah ilmu sampai ke negeri China bahkan dari buaian
hingga ke liang lahat.
~"Kebajikan itu adalah suatu hal yang ringan, yakni menunjukkan muka yang
berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut," (Umar bin
Khatab).
~Kuatkan dirimu, karena tak ada kekuatan yang mampu membuatmu kuat dan sabar jika bukan dirimu sendiri. Bagaimana caranya?
Cuma ingat firman Allah yang artinya " Jadikanlah sabar dan shalat
sebagai penolongmu. Karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang
sabar."
~"Setiap tempat punya perkataan yang tepat, dan setiap perkataan ada tempatnya yang tepat(pepatah Arab, anonim)"
Kritik itu perlu. Sebab ada keuntungan dari setiap kritik yang
dilayangkan. Kita lebih tau apa kesalahan yang sudah dilakukan. Bisa
belajar menerima apa yang pahit dan kemudian menjadi manis setelahnya.
Mengasah kekebalan diri, kemudian menjadi lebih kuat menghadapi kerasnya
hidup. Tanpa kata TAPI. Selanjutnya kita belajar untuk dapat menempatkan diri. Kapan harus bicara atau diam.
~Kehidupan terus berjalan. Sementara bagaimana dengan jiwa-jiwa yang sepi
itu? Adakah bahagia itu menyinggahi? Kalau begitu, kubagikan bahagia
yang katanya menular. Bahagia itu dirimu. Sekarang. Bukan besok atau
lusa. Jangan hanya menunggu kebahagian datang. Sebab bahagia bukan
pemberian. Bukan pula belas kasihan. Kau pantas bahagia. Bahagia itu
pilihan. Maka, kau harus bahagia. Sekarang. Iya. Sekarang!!!
~Jauh sekali rasanya, ketika apa yang hendak dilakukan begitu sulit.
Semoga amarah dapat meredam bersama sejuknya jiwa. Semoga maaf selalu
terucah bersama kasih sayang. Semoga semangat itu tak pudar, mengingat
masih sedikitnya tabunganku sebelum kembali pada-Nya. Bukan antusias
yang begitu membabi buta atau ambisius yang tak terarah. Melainkan masih
tentang tabungan itu. Tabungan yang kan dibawa ketika kaki tak lagi
berpijak di atas tanah.
~Jadikan setiap lisan yang diucapkan penuh dengan kebermanfaatan. Serta
jadikan setiap kata yang dituliskan, mengandung banyak kebaikan.
Kemudian, Allah telah menghadirkan begitu banyak orang baik di kehidupan
yang telah kita jalani. Semua hanya untuk mengajarkan kita menjadi
orang baik. Karena tanpa mereka, kita mungkin saja tak cukup baik untum
bisa menjadi orang baik.
~"Kata-kata mampu menembus apa yang tak bisa ditembus jarum(pepatah Arab)".
Maka berkata-katalah yang baik, sebab perkataan yang baik adalah
sedekah. Sedangkan perkataan buruk sendiri adalah goresan pedang yang
tak memiliki obat selain maaf.
~Buliran air mata yang terjatuh adalah tanda kekuatanmu. Bersabarlah.
Karena kesabaran akan mengantarmu dekat denganNya. Pasti. Karena itu
janji-Nya. Hanya ada sedikit obat untuk mengobati sedihmu. Sama seperti
kata pertama. Bersabarlah, lalu kuatkan imanmu. Maka Allah akan
mengganti air matamu dengan permata. Insya Allah.

0 komentar:
Posting Komentar