Teriring salam untuk ibunda
ibu, maafkan mata yang enggan terpejam
gelisah hati kian menari di kelam malam
gundah di antara diam
lelah teramat sangat
peluh bercucuran,
namun bisik tak lagi berisik
terang yang terus benderang
menjaga kesucian hati
agar tak terkotori oleh sumpah serapah
apalagi dendam yang berdendang
jaga aku dalam do'amu
agar lurus jalan yang kan ku tempuh
ikhlaskan langkah dan ragaku
untuk dekat denganmu melalui do'a.
Ibu, cinta ini sungguh besar adanya
namun...
Ada tirai diantara kita
kiranya maaf sudah terlayangkan
hanya reportase masa itu tak dapat diabaikan
kerap kali muncul saat celoteh itu keluar dari ronggamu
ibu, maafkan aku
tak seharusnya aku jujur tentang perasaanku
tapi ketahuilah,
ini masih tentang masa lalu
ibu.....
ajarkan aku memanggil hatimu
karena kenyataan berkata
tak kumiliki hak atas semua itu
jika ada obat yang mampu mengobati luka hatiku, maka akan kutenggak,
tak perduli jika harus operdosis
bantu aku mengobatinya bu
bantu aku melupakan catatan kelam itu
setidaknya aku ingin berdamai dengan masa itu
ibu, aku ingin mengukir tawa bersamamu
walau hanya sejenak
ibu, izinkan aku terlelap dalam pelukmu, merasakan hangatnya...
Ibu,
ibu,
ibu,
banyak keluh yang ingin keterangkan kepadamu
akan tetapi rasanya mustahil
karena hati kita tak pernah bercerita tentang apapun
ajarkan aku ilmu ikhlas yang engkau miliki
kesabaran yang tak terbatas
maaf yang luas
agar lelak.....
ketika ruh tak lagi di raga
aku bahagia melepasmu
bahagia dengan tidur panjangku

Sabtu, 04 Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar