Ana (15) wanita asal Lampung yang jatuh cinta
pada pria pendatang. Ana tinggal di satu pulau di kota Lampung bernama
Pahawang. Roy laki-laki (23) tahun adalah mahasiswa IPB yang sedang melakukan
riset di tempat tinggal Ana. Roy tinggal dan menginap di rumah Ana. Karena
ayahnya seorang kepala desa. Ana dan Roy saling jatuh cinta. Sampai akhirnya
Roy memberanikan diri untuk melamar Ana. Saat itu Ana tak percaya. Sebab saat
itu ia baru berusia 15 tahun dan belum lulus sekolah menengah pertama.
Sementara Roy, meminta izin kepada orang tua Ana agar diberi kesempatan untuk
pulang ke kampung halamannya dan berjanji akan kembali lagi untuk menikahi
anaknya.
Ana mulai risau memikirkan nasib masa depannya.
Ia tak tahu harus menerima lamaran itu atau menolak dan melanjutkan
pendidikannya di tingkat SMA. Saat menunggu, ia pergunakan untuk istikhara dan
banyak berdo’a sembari mempersiapkan diri untuk menghadapi UN (Ujian Nasional).
Bersamaan dengan selesainya Ujian itu, Roy kembali datang untuk memastikan
pernikahannya dengan Ana. Ana berpasrah, sebab hasil istikharanya memberikan
keyakinan untuk menerima Roy. Akhirnya Ana dan Roy meresmikan pernikahan
mereka.
Setelah
menikah, Ana diboyong ke Pulau Jawa. Di sanalah Ana mendapat kesempatan untuk
melanjutkan pendidikannya. Usai menikah Ana ikut ujian persamaan Paket C. Dan
kemudian mengikuti perkuliahan di Jakarta. Ternyata banyak jalan menuju roma.
Ana bukan hanya mendapatkan seorang suami tetapi dia juga dapat melanjutkan
kuliahnya di salah satu Universitas swasta di Jakarta. Ia tak pernah menyerah
atas apa yang ia cita-citakan. Ia selalu yakin, jika berpasrah kepada Allah,
semua akan baik-baik saja. Dan ia yakin Allah tidak pernah ingkar janji.
Ternyata menikah bukan penjara yang mengekang untuk wanita tidak dapat
berprestasi. Justru menikah adalah gerbang dimana Ana mendapatkan apa yang yang
ia cita-citakan. Dan sekarang Ana sudah menjadi seorang Sarjana.

0 komentar:
Posting Komentar