topbella

Minggu, 29 November 2015

*DI KOLONG LANGIT*

Dia,
entah bagaimana perasaanya
bahagia, apa sebahagia yang terpikirkan
mungkin...

Sedih,
apa sedurja itu, atau malah aku yang tak dapat merasakannya..
Dia...
ditemani temaram malam
beralaskan batu-batu kerikil
lalu....
apakah dia pernah berputus asa?
atau malah menyusun mimpinya?
menulis citanya dari kolong langit
berharap pasti bahwa dia juga berhak memiliki mimpi setinggi bintang di langit
padahal dia sadar dalam keadaan yang sulit
Tapi, dia masih berani
bercerita pada malam
pada gelap
dia....
adalah pertanyaan yang belum usai


18.10.2015

0 komentar:

Posting Komentar