Sorot tajam yang menikam hati,
sedikitpun tak memberi ruang untuk buliran air mata
Namun mendungnya hati tetap memberi isyarat
bahwa pelik tak jua membebaskan hati dari belenggu ini
mendung,
hitam,
kelam...
menandakan hujan akan turun
sehitamnya awan tak pernah berjanji
seberapa banyak rintik yang kan turun
tak satupun yang mampu menghitung setiap tetesnya
yang pasti adalah...
pelangi indah akan datang ketika semua usai.
Begitu.
Medan, 2015

Kamis, 18 Juni 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar